MANAJEMEN KELAS

 Nama : Ahmad Rofiq

Nim : 12001277

Kelas : 4G PAI

Mata Kuliah : Magang 1

Dosen pengampu : Farninda Aditya, M.Pd.


Sekolah yang dipimpinnya mencapai puncak prestasi tertinggi, pengakuan publik, hingga dalam bentuk yang paling praktis adalah akreditasi ataupun pengakuan dari instansi atas terhadap kualitas sekolah.Sesungguhnya, reformasi yang didengungkan pada 1998 lalu membawa angin perubahan besar bagi proses pembangunan di Indonesia. termasuk bidang pendidikan. Reformasi birokrasi ikut menyentuh sekolah agar mereformasi tata kelola agar lebih baik dan produktif.Reformasi kultural berimplikasi pada munculnya perubahan kultural sekolah yang semula berciri birokratissemata menjadi lebih aspiratif. Perbaikan kurikulum dengan penambahan muatan lokal merupakan ciri kemajuan pendidikan yang lebih memperhatikan aspek lokalitas, pemberdayaan sumberdaya sekolah yang lebih peka terhadap IPTEK merupakan respon dari reformasi ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang berjalan cukup cepat.Perubahan paradigma pengelolaan sekolah semakinlebih menguat pasca diberlakukannya otonomi daerah yang secara tidak langsung telah ikut memberikan peluang kepada sekolah untuk ikut berbenah dan menentukan sendiri arah pengembangan sekolah dengan tetap mengacu pada undang-undang sistem pendidikan nasional. Pengelolaan sekolah, selanjutnya tidak mutlak menjadi tanggung jawab penyelenggara sekolah semata,dimana pelibatan masyarakat lewat komite sekolah semakin memperkuat penyelenggara sekolah untuk secara bersama-sama dengan masyarakat memikirkan arah pengembangan sekolah Saat ini dunia tengah memasuki era golobalisasi. Era ini ditandai dengan perubahan-perubahan besar dan membawa implikasi pada berbagai tatanan kehidupan. Dunia perdagangan dengan pasar modern telah masuk kepintu-pintu negara hingga daerah terpencil ikut merasakan dampak pasar bebas. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi terus berkembang bahkan perkembangan IPTEK dalam beberapa dasawarsa ke depan cenderung tanpa hambatan. Perubahan global akan memicu perubahan budaya, dan perubahan ini sejatinya memang diperlukan sesuai dengan dinamika kehidupan manusia, hanya saja akan menjadi bencana jika tidak diikuti kesiapan sumberdaya dalam menerima efek-efek perubahan global iniDapat dicontohkan dengan kemajuan tekhnologi melalui sistem digitalisasi yang mewarnai semua lini saat ini. Kemajuan pada tekhnologi digitalisasi jika tidak diikuti dengan kemampuan sumberdaya yang mengerti tekhnologi informatika hanya akan melahirkan manajemen yang kacau dan gagal. Sistem pasar modern yang tidak memerlukan tempat dan ruang akan terhentijika ditangani pelaku yang hanya mengerti metode pasar konvensiona

lingkungan strategis global terus terjadi karena kemajuandi bidang Ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Pengetahuan tentang manajemen perubahan menjadi sangat penting sebagai langkah antisipatif untuk persiapan-persiapan perubahan yang mengarah pada diperlukannya alat-alat manajemen yang lebih baru. Paling kurang, pengetahuan tentang manajemen perubahan menghendaki adanya kesiapan sumberdaya manusia yang bersinggungan dengan kegiatan manajemen agar siap, adaptif dan mampu survive dengan perubahan yang terjadi. Selanjutnya, kesiapan sumberdaya akan berimplikasi pada kesiapan manajemen baru yang tangguh dan kompetitif. Pertimbangan dari kelompok rasional yang digunakan oleh karyawan antara lain dengan argumen:

Sekalipun akan terjadi penolakan, namun kesiapan kepala sekolah sebagai pimpinan harus dipikirkan sejak awal mengingat menuju manajemen sekolah unggulan diperlukan tata kelola baru yang lebih unggul dan kompetitifMelihat cakupan luasnya tugas sekolah di era globalisasi, maka kepala sekolah dihadapkan pada berbagai keadaan dan tantangan dalam memimpin organisasi yang dipimpinnya, antara lain bagaimanamewujudkan kemampuan sekolah yang secara nyata dan bertanggung jawabtumbuh dengan paradigma manajemen baru, yang didukung oleh kualitas sumberdaya manusia yang prima untuk mengelola sumber daya sekolah berikut sarana serta prasaranaya sehingga Keberhasilan kerja dalam suatu unit kerja merupakan suatu sistem yang memberikan gambaran tentang efektivitas kerja suatu institusi. Tingkatan efektivitas kerja juga dapat menggambarkan kinerja, oleh sebab itu penting untuk dilakukan evaluasi tingkat efektivitas. Pada saat proses untuk mendapatkan suatu keberhasilan maka pada saat belajar mengajar gutu dikelas juga harus bisa mengalami suatu perubahankelas yang akan menjadi berubah dengan cara inovasi dalam suatu bidang Pendidikan terus bisa menyelesaikan adannya suatu permasalahan yang dihadapi dalam suatu bidang Pendidikan seperti kurikulum, metode mengajar, media pembelajaran, administrasi Pendidikan, dan strategi pembelajaran itu sangat penting. Guru ketika mengajar tanpa adannya menyiapkan suatu materi pada bahan ajar, tanpa media, metode, keadaan kelas yang tenang tanpa adannya aktivitas para siswa mengerjakan tugas belajar demi tercapainya suatu tujuan pembelajaran agar lebih baik tanpa perlu dihindari. Perubahan kondisi kelas agar proses belajar mengajar lebih baik maka perlu adannya manajemen kelas dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode, media, pendekatan dan yang paling penting itu adalah suasana yang ada didalam kelas pengajaran juga termasuk dari rangkaian suatu kegiatan yang bermaksud untuk memfasiloitasi peserta didik agar mencapai suatu Pendidikan secara langsung. Manajemen kelas juga merupakan suatu upaya guru untuk mengelola suatu kegiatan pembelajaran guna agar mencapai suatu tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif, dimana manajemen kelas juga menentukan adannya suatu keberhasilan pembelajaran yang dilakukan didalam kelas. Sehingga maka akan lebih jelas bahwa peran guru akan lebih menentukan keefektifan dari kegiatan pembelajaran yang ada didalam kelas.

Bahwa keberhasilan kerja ini merupakan kerja suatu sistem akan merujuk pada peran sistem untuk ikut memberikan andil dalam artian keterlibatan pemimpin yang memberikan pengaruh bagi terselenggaranya sistem yang efektif adalah mutlak diperlukan.Di sisi lain, peranan pemimpin dalam suatu organisasi merupakan permasalahan umum yang kerap ditemui sebagai landasan berjalan tidaknya efektivitas suatu organisasi. Untuk itu tantangan pada seorang pemimpin menjadi faktor penentu. Tantangan kepemimpinan menurut Posner mengisyaratkan peran pemimpin ke dalam lima kategori, yaitu: mencontohkan cara, menginspirasikan visi personal, menantang proses, memungkinkan orang lain untuk bertindak, dan mempengaruhi jiwa Selain itu terdapat faktor-faktor non teknis yang berkaitan dengan situasi dan kondisi dalam menciptakan kinerja, antara lain iklim organisasi, komunikasi interpersonal, motivasi kerja, kedisiplinan, dan lain sebagainya. Efektivitas kerja dapat memiliki perspektif bahwa: 

(1). Sebuah tindakan efektif bila mencapai tujuan khusus yang ditetapkan, dan 

(2). Menjadi efektif berarti melakukan konsentrasi ulang pada apa yang menjadi tugas sampingan yang tidak perlu.

Kegiatan digelar untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan kepala sekolah. Dalam tiap pertemuan berbagai materi untuk meningkatkan mutu kepala sekolah. Mulai dari kebijakan umum tentang mutu, pengenalan sistem induksi guru, pengembangan kurikulum, mikro dan team teaching, observasi, kunjungan kelas, penilaian kinerja guru, penilaian berbasis kelas, dan identifikasi masalah

Komentar