SISTEM EVALUASI
Nama : Ahmad Rofiq
Nim : 12001277
Kelas : 4G PAI
Tema : sistem evaluasi
Didalam suatu proses belajar pembelajaran didalam kelas, tentu sistem evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru atau pendidik terhadap bagaimana perkembangan peserta didiknya akan sangat penting. Mengapa tidak, karena dengan adanya sistem evaluasi pembelajaran maka guru atau pendidik di sekolah akan mengetahui bagaimana perkembangan peserta didiknya.Apabila suatu pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersebut mampu mengembangkan potensi dari peserta didiknya maka hal tersebut akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri atas pencapaian yang telah dilakukan oleh guru atau pendidik tersebut
Didalam sistem evaluasi pembelajaran melalui tes ataupun lewat non tes guru harus punya sistem penilaian yang standar sesuai dengan peraturan yang telah disepakati disekolah. Misalkan sistem evaluasi pembelajaran lewat tes yaitu dengan cara memberikan ujian tulis ataupun lisan, kemudian sistem evaluasi pembelajaran lewat non tes menggunakan sistem penilaian bagaimana perkembangan peserta didik baik dari segi afektif dan psikomotorik siswa
Evaluasi sebagai suatu alat mengumpulkan informasi tentang sistem pendidikan. Mengevaluasi pendidikan ialah mengumpulkan informasi agar terhadap pendidikan itu dapat diambil tindakan Lalu apa saja sistem evaluasi pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru atau pendidik terhadap peserta didiknya. Hal yang umum dilakukan adalah lewat penilaian atau pengukuran yang dilakukan oleh pendidik atau guru terhadap perkembangan peserta didiknya. Didalam proses evaluasi pembelajaran biasanya guru menggunakan sistem evaluasi pembelajaran melalui tes ataupun lewat non tes.
sumber informasi yang tidak terbatas di dalam pendidikan. Dengan adanya internet, berbagai informasi dapat diperoleh secara mudah dan cepat serta memberikan banyak manfaat diantaranya memperluas cakrawala siswa, sebagai sumber tambahan pelajaran dan mengembangkan kreatifitas siswa. Disamping itu juga dikembangkannya online learning yang memudahkan guru dalam memberikan pengayaan materi diluar tatap muka maupun memberikan evaluasi kepada peserta didik dengan memanfaatan jaringan internet sehingga mempermudah dan memperlancar dalam penyelenggaraan pendidikan. Untuk mengaplikasikannya salah satu teknologi dalam internet.
Dalam kegiatan belajar mengajar dikenal suatu evaluasi yang merupakan pengukuran hasil belajar siswa sebagai prestasi belajar, yaitu penguasaan materi pelajaran sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan. Evaluasi hasil pembelajaran ini merupakan serangkaian proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas pada pembelajaran, dengan berdasarkan pada kriteria tertentu yang telah ditetapkan.
Berdasarkan uraian diatas perlu adanya suatu program aplikasi Pengembangan Sistem Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis Web sebagai alat bantu (tool) bagi guru untuk melakukan evaluasi pembelajaran dengan mudah, sehingga dapat diketahui berapa prosentase anak yang telah memenuhi KKM dan seberapa sulit atau mudah soal yang diberikan, sehingga tingkat ketercapaian anak dalam belajar lebih terukur dengan mudah.
Evaluasi hasil belajar dalam suatu mata ajar dapat meliputi:
1. Kuis atau ulangan harian
2. Tugas (PR, pembuatan makalah, terjemahan, dan lain-lain)
3. Ujian mid semester
4. Laporan hasil praktikum, diskusi, kerja lapangan, dan lain-lain
5. Ujian praktikum
6. Ujian akhir semester.
Cara Penilaian
Penilaian diberikan terhadap penguasaan materi oleh mahasiswa, baik yang bersifat kognitif, psikomotorik, maupun afektif. Bentuk tes untuk penilaian berupa tes tulis, tes lisan dan tes perbuatan. Cara penilain adalah menggunakan system penilaian standar mutlak atau Penilaian Acuan Patokan yaitu penilaian yang ditujukan kepada tujuan instruksional yang harus dikuasai oleh peserta didik. Sehingga derajat keberhasilan peserta didik dibandingkan dengan tujuan yang seharusnya dicapai, bukan dibandingkan dengan rata-rata kelompoknya. Sistem ini mengacu pada konsep belajar tuntas (Mastery Learning).
Sistem evaluasi pada kurikulum 2013 dinilai sangat efektif untuk mengukur hasil belajar siswa namun pada pelaksanaannya guru masih menggunakan prosedur penilaian KTSP, dan untuk mengukur hasil belajar siswa guru dominan menggunakan tes sedikit menggunakan non tes, hal ini dinilai kurang efektif dengan sistem penilaian pada K-13 menggunakan penilaian autentik yang tidak hanya menggunakan tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Aspek non tes juga sangat diperlukan untuk mengukur hasil belajar siswa karna pada hakikatnya peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda – beda antara satu sama lain.
Evaluasi adalah salah komponen yang paling mendasar dalam setiap sistem pendidikan karena pendidikan dapat mengukur sejauh mana perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan
Komentar
Posting Komentar